HOME
PROFILE
EVENT
ARTICLE
GALLERY
CARRIER
PARTNERS
EMAIL

Informasi PPDB


DAFTAR UNIT :



IP Address : 54.166.141.69
Pengunjung : 1.906.101






Komentar Terbaru :




Newsflash :
SELAMAT KPD SD TARAKANITA 5 JKT YG TELAH MERAIH PRESTASI JUARA FAVORITE GREENMECH, JUARA 2 GREENMECH, JUARA 2 ROBOT FOR MISSION DLM KOMPETISI NASIONAL 2018 GREENMECH & RTM(ROBOT FOR MISSION)YG DISELENGGARAKAN OLEH RUMAH EDUKASI DI UNIV.TARUMANEGARA PD 19/5/18             |             Proficiat kpd Wilhelmine Maria Loe dan Anna Maria Agra Nathanniela(SMA Stella Duce 1, Yogyakarta)yg memperoleh nilai tertinggi dan peringkat 3 UNBK SMA 2018 Jurusan Bahasa dan Budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta             |             PROFICIAT KPD LIDIA SANTOSO ( SMA STELLA DUCE 1, YOGYAKARTA ) YG MEMPEROLEH NILAI TERTINGGI UNBK SMA 2018 DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA             |             SISWA - SISWI SD, SELAMAT MENEMPUH UJIAN NASIONAL 2018             |             SISWA - SISWI SMP, SELAMAT MENEMPUH UNBK 2018             |             UNTUK PUTRA - PUTRI SMA, SELAMAT MENEMPUH UJIAN NASIONAL 2018             |             SISWA - SISWI SMK TARAKANITA JAKARTA & SMK PIUS X MAGELANG, SELAMAT MENEMPUH UNBK 2018             |             PROFICIAT KPD TK TARAKANITA SOLO BARU, MENJADI JUARA I LOMBA KOOR TINGKAT KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2018             |             PROFICIAT KEPADA VENERINI RANUM CLASSY DEWI (SISWI SMA STELLA DUCE 2 YOGYAKARTA, PESERTA BEASISWA TARAKANITA-HARIMA, JAPAN) SEBAGAI JUARA PERTAMA (GOLD AWARD) SEKALIGUS JUARA FAVORIT (AUDIENCE AWARD) DALAM SPEECH CONTEST BAHASA JEPANG DI HIMEJI CITY, HYOGO, JEPANG             |             SELAMAT KEPADA SD TARAKANITA 3 ATAS PENGHARGAAN SEBAGAI SEKOLAH PEDULI KEBERSIHAN PROVINSI DKI JAKARTA 2017

Artikel :



Inovasi Berkelanjutan, Bagaimana Mungkin?


Sabtu; 31 May 2014 [Admin, YAYASAN TARAKANITA PUSAT] - Artikel Umum

“Setiap dari kita pernah berada pada fase paling kreatif, maka menjadi pribadi yang inovatif sejatinya hanya perlu diingatkan”, demikian statemen pembuka Tubagus Hanafi S., MBA, MSI pada sarasehan terbuka bertema Innovation vs Management Excellence. Penelitian mengenai tingkat kreatifitas seseorang berdasarkan karakteristik usia membuktikan hal tersebut. Pada usia anak kurang lebih 5 tahun, seorang anak bisa berfikir dan menemukan koneksi sampai dengan 50 hal dari satu hal sama, sementara 5 tahun sesudahnya anak bisa menggali koneksi sampai dengan 30 hal. Menginjak usia di atas 25 tahun, seseorang bisa menemukan koneksi tidak lebih dari 15 hal jika ditanya tentang manfaat dari satu benda di luar fungsi utamanya.

Semakin berkurangnya koneksi ide sementara pengalaman semakin banyak bukan karena seseorang tidak kreatif, salah satu sebabnya adalah karena berpikir kreatif sering berjalan beriringan dengan ketakutan akan salah, dianggap aneh, lucu, dan tidak masuk akal. Simak saja pengalaman Sosrodjojo ketika memutuskan untuk menjual produk teh manis di dalam botol, sementara ketika itu orang hanya mengenal minuman bersoda yang dijual masal. Atau juga pengalaman Tirto Utomo yang memutuskan keluar dari Pertamina dan banting setir menjual air mineral dalam botol kemasan.

Rupanya berpikir kreatif juga sangat dipengaruhi oleh lingkungannya dengan cara pandang orang-orang yang ada di dalamnya. Menjadi penting untuk memastikan bahwa lingkungan sekitar kita juga terbuka terhadap pemikiran-pemikiran kreatif dan inovatif itu. Lingkungan kreatif harus dikondisikan, bahkan bila perlu ditentukan kesepakatan-kesepakatan seperti misalnya dijamin adanya kebebasan orang untuk berbicara apapun bahkan aneh sekalipun, tidak adanya judge terhadap apa yang disampaikan, tidak mematikan ide di awal, terbuka terhadap berbagai resiko yang mungkin saja muncul, open mind dan juga berani berpikir out of the box.

Apa pentingnya continuous innovation? Inovasi berkelanjutan merupakan syarat agar apapun yang kita kelola dapat tumbuh dan bertahan (survive). Sementara itu, agar kita dapat maju maka diperlukan keseimbangan antara inovasi dan pengelolaan manajemen, khususnya berkaitan 4 hal yaitu: paradigma (cara pandang terhadap sesuatu), produk dan service yang baru, posisi baru serta proses yang juga menekankan kebaruan.

Continuous innovation bagaimanapun harus terus-menerus diusahakan melalui proses design thinking melalui langkah-langkah kreatif yang diawali dari proses empati (memahami dan menggali kebutuhan), mendefinisikan kebutuhan dan mengumpulkan berbagai macam ide, menganalisa dan memilih dari sekian banyak ide, merumuskan desain dan menyampaikan rancangan alternatif atas hasil pemikiran kreatif tersebut. Melalui langkah-langkah tersebut, kita dibantu untuk berpikir kreatif dan inovatif secara terstruktur sekaligus memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan.
*Amb. Sigit Kristiantoro (Kasub.Div.Pengembangan Kesiswaan)





Komentar - komentar untuk artikel ini :
Belum ada komentar pada artikel ini..


Silahkan isi komentar pada form di bawah ini.
Nama :
Alamat Email :
Komentar :

Tuliskan Kode berikut :



Artikel Lainnya :